PERHATIAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA UNTUK SEKTOR PENDIDIKAN DI SMAN 1 PINOGALUMAN
KERJA NYATA GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA

By Wawan Idris Gintulangi 17 Sep 2020, 22:27:27 WIB Sekitar Kita
PERHATIAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA UNTUK SEKTOR PENDIDIKAN DI SMAN 1 PINOGALUMAN

Gambar : Peletakan Batu Pertama Pembanguna Ruang Kelas Baru SMAN 1 Pinogaluman


Pinogaluman - Info SMAPIN, Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMAN 1 Pinogaluman melalui  Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 ditandai dengan pelatakan batu pertama oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Selasa pagi 08/09/2020.

SMAN 1 Pinogaluman pada tahun 2020 mendapatkan kucuran anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang dilaksanakan pembangunannya secara swakelola, pihak sekolah lakukan permulaan pembangunan RKB yang diisi dengan acara seremoni peletakan batu pertama yang dihadiri dan dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kepala Sekolah SMAN 1 Pinogaluman, dan Ketua Komite SMAN 1 Pinogaluman.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pinogaluman Selfi Kohongia, S.Pd menjelaskan, pembangunan RKB di SMAN 1 Pinogaluman merupakan komitmen dan keseriusan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus membangun dan meningkatkan mutu pendidikan serta pembangunan secara merata di Provinsi Sulawesi Utara demi ketercapaian Sarana dan Prasarana yang memadai di sektor pendidikan.

Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi yang setinggi tingginya juga diucapkan Kepada Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara atas terpilihnya SMAN 1 Pinogaluman  dengan diberikannya bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020. Dengan demikian pambangunan RKB ini sudah merupakan kebutuhan yang mendesak untuk peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah ini.

“Jika kita melihat dari sistem zonasi yang ramai dibincangkan selama ini sebenarnya salah satu solusi di mana sekolah itu sendiri sebenarnya sekolah harus kreatif dalam arti kata untuk menyediakan sarana prasarana sehingga tidak ada lagi keragu raguan masyarakat di sekitar zonasi untuk memasukkan anaknya ke sekolah yang berada dalam lingkungannya itu sendiri”.

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment